RAKYAT KECILKU

Tetesan keringat yang banyak berceceran
Tanpa peduli tuan-tuan campakkan
Dengan gigih mereka lakukan
Hanya untuk menginginkan kemenangan
Wahai kaulah yang menggemarkannya
Ingatlah…..
Bahwa perjuangan kita adalah
keirngat kita
Bahwa tetesan keringat kita
Adalah detik-detik nyawa kita,
Tapi dengan mudah tuan-tuan
Membiarkan, meninggalakan, dan menetralkannya
Dan dengan tidak segan-segan
Tuan terlantarkan, seperti layaknya
sampah……
Tuan kemanakah hakekat puasa tuan
Apakah tuan-tuan puas
Hanya dengan mengadahkan tangan
Ditengah malam ……
Dan meminta maaf kepada ilahi
Bagi kami itu adalah doa kuburan
yang tak akan mengadahkan ampunan
Dari sang pencipta alam

9 Komentar

  1. zehan berkata,

    Februari 25, 2008 pada 8:56 pm

    mas maksudnya apa?aq ga ngerti.puisinya kurang jelas artikulasinya.

  2. vieana berkata,

    Maret 13, 2008 pada 3:17 pm

    Assalammu’alaikum, sebenarnya hakekat puasa, ibadahnya kepada illahi begitu sempurna tapi ketika dunia mulai memanjakannya ibadahnya menjadi sebuah penyempurna hidup bukan menjadi tujuan utama hidup. kadang manusia tidak pernah berpikir, keringat merupakan sebuah nyawa yang menjadi penopang hidup.Seharusnya qt sbgai manusia dapat menghargai kerja keras orang lain.

  3. iya berkata,

    April 28, 2008 pada 8:06 pm

    wessss,,,,

  4. CHERIL berkata,

    November 5, 2008 pada 2:20 pm

    gw setuju ama puisi yang Lo bikiN
    Tapi tetep aj Q g gnerti (whaT you Mean)???? ;-(

  5. suwela berkata,

    November 20, 2008 pada 9:43 am

    mas lo buat puisi jngn ribet2 donx….jdi kebelet gue lo ngbc x???hehehee,buat x yng lbih sngkt n pdt j.nch ky puisi gue nch…bwaca y???
    “malam yng sepi n dngn kyb gni,q dsuduk berselimutsepi.
    ……y dch…lo mng k dngnn pke selimut donx….xxx
    ……n lo mng k sepian maen j k pasar…d lmin pste rame…
    yupzzzz…nio comant lu,lo k pasar nya,pas gy bukak nae y??? jngn dch tutup k pasar x??? tr kn z k spian gy???hahahahaha,… gue,crew ROMANCE of SEXTEY NINE……emuachhhhhh,kry x yng kreatif gy y???

  6. syasya berkata,

    Januari 23, 2009 pada 5:47 pm

    mas tolong……..
    buat puisi yang romantis dong masak gitu…gitu … tok
    biar tambah fresss

  7. Maret 16, 2009 pada 7:16 pm

    [...] Maret 16, 2009 RAKYAT KECILKU [...]

  8. samsulanam berkata,

    Maret 22, 2009 pada 2:42 pm

    Pusing dah ….

  9. samsulanam berkata,

    Maret 22, 2009 pada 2:46 pm

    mba viana, analisis anda tepat.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.