Mensucikan Hari Sabat

Debat Islam Kristen

Sumber :
“Kontroversi Hari Sabat versi Islam – Kristen – Yahudi”
oleh Insan Mokoginta (mantan Katolik),
Penerbit Birrul Walidain telp 021-8731919

http://www.geocities.com/pakdenono/
http://www.pakdenono.com

Islam :
Dalam alkitab ada yang disebut the ten commandments atau sepuluh perintah Allah. Yang ingin ku tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah tersebut masih berlaku atau tidak?

Kristen :
Oh jelas masih berlaku sampai sekarang

Islam :
Kalau boleh tahu di kitab mana itu?

Kristen :
Itu terdapat dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada kitab Ulangan 5:7-21

Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu
Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya.
jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dengan sembarangan
tetaplah ingat dan kuduskan hari sabat
hormatilah ayahmu dan ibumu
jangan membunuh
jangan berzina
jangan mencuri
jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka

Nah, itulah bunyinya. Apakah saudara puas? Maaf, aku ingin balik bertanya, apa yang ingin anda tanyakan dari ke Sepuluh Firman Allah itu?

Islam :
Terimakasih, tentu saja aku puas. Yang ingin aku tanyakan, karena tadi anda mengatakan bahwa semua perintah itu masih berlaku, maka pertanyaannya, apakah sekarang ini anda masih tetap konsisten melakukan semuanya?

Kristen :
Oh itu jelas….bahkan jelas sekali! Siapapun yang beragama Kristen, pasti yakin, percaya dan harus konsisten melaksanakannya, sebab itu perintah suci yang datang langsung dari Allah.

Islam :
Syukurlah kalau begitu. Dan memang semestinya harus begitu. Artinya menjadi orang Kristen yang baik, benar dan setia, salah satu syaratnya yaitu melakukan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhkan apa yang dilarangNya bukan? Apa anda setuju?

Kristen :
Tentu saja saya sangat setuju!!! Setahu saya, dalam ajaran Islampun demikian!

Islam :
Apakah anda merasa bahwa selama ini baik Katolik dan Protestan semuanya konsisten melaksanakan ke sepuluh firman Tuhan itu?

Kristen :
Saya kira demikian! Karena Sepuluh Firman Allah itu suci adanya, bahkan ditulis oleh jari Allah sendiri pada dua loh batu kemudian diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada segenap manusia. Oleh sebab itu, sebagai umat Kristen, mereka harus jaga, pelihara dan jalankan semua hukum-hukum itu.

Islam :
Seandainya ada sebagian hukum dalam Sepuluh Perintah Allah tersebut tidak dijalankan, tidak dihormati lagi oleh sebagian besar umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan, bagaimana pendapat anda?

Kristen :

Jika ada yang tidak melaksanakan, tidak menjalani dan tidak menghormatinya bahkan melanggar, saya yakin mereka itu telah tersesat dari jalan-jalan Tuhan.

Islam :
Terimakasih atas jawaban anda. Aku sangat puas dengan jawaban itu. Dan barangkali berangkat dari jawaban tadi, saat ini aku ingin menguji, sejauh mana anda bisa konsisten dengan pernyataan anda itu. Pada saat ini kejujuran andapun akan diuji. Sekali lagi aku bertanya, apakah sudah anda pikirkan baik-baik atas jawaban anda tadi yang mengatakan bahwa “umat Kristiani yang tidak menjalankan dan tidak menghormati dan melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Tuhan, mereka itu telah tersesat dari jalan Tuhan”?

Kristen :
Ya .. ya …saya berkata dengan jujur bahwa secara logika dan dari hati kecil saya, saya kira semua umat Kristiani pasti mengakuinya, karena ke Sepuluh Firman Allah itu sudah final dan harus diimani dan dijalankan dengan sepenuh hati dan ikhlas dalam rangka tunduk dan patuh atas segala firman Tuhan. Itu perintah yang sangat suci dan harus dipelihara dan dijalankan, sebab perintah itu ditulis langsung dengan jari-jari tangan Tuhan sendiri dan Dia sendiri yang menyerahkan langsung kepada nabi Musa.

Islam :
Baiklah kalau begitu hanya ada satu saja pertanyaanku kepada anda, yang berangkali menjadi topik utama pembicaraan kita pada hari ini. Salah satu hukum dari Sepuluh Firman Allah adalah menghormati dan mengkuduskan hari SABAT sebagai hari perhentian pada hari ke tujuh…..itu tertulis jelas dalam alkitab anda, yaitu sebagai hukum yang ke empat. Pertanyaannya, “hari apa yang anda kuduskan setiap minggu?”

Kristen :
Sejujurnya saya katakan bahwa saya mengkuduskan hari Minggu. Buktinya semua umat Kristen beribadah pada setiap hari Minggu, kecuali dari golongan minoritas Advent.

Islam :
Sebenarnya yang namanya hari Sabat itu hari apa? Sabtu atau Minggu?

Kristen :
Menurut Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi kami Protestan dan juga Katolik dan Kristen lainnya, jatuh pada hari Minggu.

Islam :
Mengapa terjadi perbedaan Sabtu dan Minggu? Apakah seminggu itu ada dua hari Sabat?

Kristen :
Tidak, dalam seminggu Cuma ada satu Sabat. Kalau Advent merayakan pada hari Sabtu, karena mereka menggunakan penanggalan Yahudi. Sementara yang merayakan hari Minggu, mereka menggunakan penanggalan Gregorian.

Islam :
Memangnya berbeda antara penanggalan Yahudi dan penanggalan Gregorian?

Kristen :
Sama saja, Cuma menurut penanggalan Gregorian, jika dihitung hari kerjanya, hari Minggu adalah hari ketujuh. Hari mulai bekerja itu Senin. Jadi Minggu adalah hari ketujuh. Coba hitung : 1. senin 2 Selasa. 3. Rabu 4. Kamis 5 Jumat 6 Sabtu 7 Minggu.

Islam :
Lho …. Kok jadi begitu? Bukankah dalam alkitab jelas sekali disebutkan bahwa yang disebut hari pertama itu “Hari Minggu” bukan hari Senin.

Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun 1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun. Mengapa anda tidak mengikuti saja apa yang tertulis dalam alkitab? Apakah anda sudah tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci anda sendiri, lalu beralih percaya kepada penulis penanggalan Gregorian? Lagi pula dalam alkitab yang disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di bumi ini. Aneh!!! Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan hari kerja Tuhan dengan hari kerjanya manusia? Dari mana anda mendapatkan dalil seperti itu, sementara dalil dari alkitab anda sendiri sudah sangat jelas ada.

Kristen :
Tentu saja aku percaya kepada kitab suciku alkitab, tetapi pada waktu Tuhan berfirman melalui para nabi, waktu itu kan belum ada nama hari dan penanggalan? Nah orang yahudi baru membuat perhitungan penanggalan setelah mereka menerima wahyu Tuhan. Jadi menurut perhitungan orang yahudi, hari sabat itu jatuhnya pada hari Sabtu. Tetapi, menurut gereja yang dihitung Sabtu adalah enam hari. Jadi hari ketujuh yaitu hari Minggu.

Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti firman Tuhan tapi kata pemuka gereja. Menurut alkitab hari pertama itu hari minggu, sementara menurut pemuka gereja hari senin. Mengapa anda pilih hari Minggu bukan Sabtu seperti yang Tuhan firmankan?

Kristen :
Menurut saya hari itu tidak penting. Yang penting yaitu dalam tiap minggu harus ada “hari perhentian” yang dikuduskan untuk berbakti atau beribadah kepadaNya. Toh waktu Allah pertama menurunkan wahyu Nya, pada saat itu belum ada penanggalan. Setelah orang Yahudi membuat penanggalan, ternyata hari ketujuh sebagai hari perhentian yang disucikan dan dikuduskan adalah hari Sabtu.

Islam :
Jika anda menganggap bahwa “hari itu tidak penting”, berarti boleh dong jika ada orang Kristen atau salah satu sekte Kristen merayakan hari Sabat kapan saja mereka mau. Nah kalau begitu dimana lagi esensi perintah Allah atas “hari yang harus dikuduskan” itu? Kalau begitu “hari perhentian” itu menjadi tidak jelas dan kacau, karena sudah terserah kepada manusianya, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi bukan? Bagaimana jika suatu saat ada orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Selasa, Rabu, Kamis atau Jumat?

Kristen :
Oh tidak boleh, sebab itu tidak masuk di akal dan tidak wajar karena hari-hari tersebut tidak lazim.

Islam :
Lho….. tadi kan anda sendiri yang mengatakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting anda katakan “dalam seminggu harus ada ‘satu hari perhentian’ atau ‘peristirahatan’ untuk mengkuduskan hari Tuhan”.

Kristen :
Bagaimanapun hal itu tidak mungkin terjadi, sebab hari Minggu sudah merupakan ketentuan Gereja sejak dahulu. Jadi beribadah diluar hari Sabtu dan Minggu itu tidak lazim.

Islam :
Baiklah aku tunjukkan pada anda 6 (enam) bukti menurut kitab suci anda Alkitab bahwa “hari pertama” itu adalah hari Minggu!!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari Sabtu, bukan Minggu. Tolong bacakan ayat-ayat berikut ini :

Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Lukas 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Apakah ke enam ayat tersebut bukan merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada hari ketujuh merupakan hari sabtu. Sekarang pertanyaannya, tolong tunjukkan mana dalilnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hari yang dikuduskan adalah hari Minggu?

Kristen :
Memang tidak ada dalilnya yang tertulis bahwa hari kudus itu hari Minggu. Tapi ada tersirat, bahwa hari Minggu adalah hari yang dikuduskan, yaitu sebagai hari “kebangkitan Yesus”.

Semua umat kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu. Nah untuk mengabdikan “hari kebangkitan Yesus”, maka gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari yang harus diperingati sebagai hari suci. Sebab pada waktu itulah Yesus bangkit dari kuburnya. Sebab jika dia tidak bangkit, maka sia-sialah kematiannya. Nah kebangkitannya itulah merupakan hari kemenangan dari dosa, dimana yesus telah mati dan bangkit dalam rangka menebus dosa manusia.

Islam :
Memang benar bahwa menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari Sabat”.

Kristen :
Memang tidak ada ayat yang berkata seperti itu, tapi menurut penanggalan Gregorian, Gereja menentukan bahwa, hari Kebangkitan Yesus pada hari Minggu harus dirayakan oleh umat Kristiani, menggantikan hari Sabtu sebagai hari sabat menurut penanggalan orang Yahudi.

Islam :
Baiklah kalau begitu. Sekarang aku bertanya, apakah anda yakin dan percaya bahwa menurut alkitab yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu??

Kristen :
Ya…..tentu saya percaya, karena Alkitab mengatakan seperti itu.

Islam :
Nah kalau begitu mestinya anda juga harus akui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Coba kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari kuburnya.

Lukas 23:52-54
23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.

23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

Lukas 23:55-56
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.

23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat

Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Tadi anda katakan bahwa anda percaya bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti anda harus percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu. Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut saya, definisi Sabtu itulah hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.

Kristen :
Ya benar, semuanya benar, tetapi sudah saya katakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting adalah dalam seminggu harus ada hari perhentian yang dikuduskan. Kalau sabat hari Sabtu, itu kan menurut penanggalan yahudi. Kan waktu Allah berfirman menurunkan ayatnya pada waktu itu belum ada penanggalan.

Islam :
Wah anda ini tidak rasional, disatu pihak anda mengatakan bahwa itu menurut penanggalan Yahudi. Tetapi dilain pihak anda yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu. Padahal itupun menurut penanggalan Yahudi juga. Yang jujur aja dong, jangan akal-akalan.

Apakah menurut penanggalan Gregorian, Yesus bukan mati pada hari Jumat?

Kristen :
Ya…menurut penanggalan Gregorian, Yesus memang mati pada hari Jumat. Makanya disebut “Jumat Agung”. Tetapi oleh Gereja, hari kebangkitan Yesus itu hari Minggu adalah hari yang perlu dikuduskan sebagai pengganti hari Sabat orang Yahudi. Menurut penanggalan Gregorian hari bekerjanya manusia adalah selama enam hari, yaitu Senin sampai Sabtu dan beristirahat pada hari ketujuh, yaitu Minggu.

Islam :
Kalau begitu anda bukan mengikuti kebenaran menurut Firman Tuhan dalam Alkitab, tetapi menurut pemimpin gereja. Padahal dengan tegas dan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa yang harus dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah dalam kitab anda sendiri, silahkan baca Keluaran 20:8-11.

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Saudaraku, firman Allah itu sangat jelas bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya anda patuh pada perintahNya daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.

Kristen :
Ya …. Ya….benar, tapi menurut kami, hari Minggu juga hari kudus, sebab hari itu sangat menentukan keselamatan umat manusia. Sebab Tuhan memilih Yesus bangkit pada hari Minggu, berarti juga adalah hari pilihan Tuhan.

Islam :
Wah, ….. saya kagum pada anda, karena anda begitu ngotot membela kesalahan dengan mencari-cari dalil pembenaran atau ketidakrasionalan pendapat anda. Padahal dalam alkitab setebal itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu pertama”. Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!

31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

31:13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.

31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Wah ……. aku saja yang bukan orang Kristen, merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah itu jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi anda dan orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama sekali tidak menggubrisnya.

Anda anggap enteng suatu ketetapan yang begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang menyerahkan kepada nabi Musa untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia? Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12 tolong baca!!!

24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.”

Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan pada Kel 32:15-16 ini, tolong dibaca!!!

32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.

32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup meyakinkan anda bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???

Pelukis yang menoreh tintanya diatas kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???

Bukankah harga lukisan termahal dari tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa anda dunia dan akhirat?

Jika anda mengikuti perintah pendeta atau pemimpin gereja berarti sama saja anda lebih menghormati dan lebih menghargai lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah anda renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.

Kristen :
Yah…..gimana ya??? Itulah yang diajarkan dan disampaikan selama ini kepada umat Kristen. Biarlah hari Sabtu tetap Sabat bagi orang Yahudi dan bagi kami hari Sabat adalah hari Minggu. Bagi kami hari itu tidak penting, yang penting, inti daripada merayakan hari Sabat yang kami jalankan yaitu dalam seminggu harus ada satu hari yang dikuduskan, dan yang kami kuduskan yaitu Minggu.

Islam :
Saya tidak akan memaksakan anda supaya berbakti pada hari Sabtu sebagaimana umat Advent melakukan dan memelihara serta mengkuduskannya. Cuma yang saya heran dan tak habis pikir, hari Sabat yang jatuhnya jelas pada hari Sabtu dan ancamannya begitu mengerikan, kok seenaknya dilanggar oleh umat Katolik dan Protestan serta sekte-sekte Kristen lainnya, termasuk anda sendiri!! Apalagi tidak ada satu ayatpun dalam alkitab, dimana Allah pernah mengkuduskan hari Minggu, tidak ada samasekali!!!

Kristen :
Kalau begitu mengapa bapak tidak merayakan hari Sabat pada hari Sabtu seperti orang-orang Advent? Kalau bapak yakin bahwa Sabat itu hari Sabtu dan hari itu hari yang dikuduskan Tuhan, mengapa bapak bahkan beribadah pada hari Jumat?

Islam :
Lho kok anda ini tambah ngawur saja. Aku kan beragama Islam. Dalam Islam hari beribadah dalam setiap minggu jatuhnya pada hari Jumat, bukan Sabtu dan bukan Minggu. Pertanyaan anda itu mestinya anda ditujukan kepada sesama orang Protestan atau Katolik atau sekte Kristen lainnya yang mengkuduskan hari Minggu.

Kristen :
Apakah dalam Islam ada anjuran beribadah pada hari Jumat?

Islam :
Tentu saja ada. Karena ada perintah untuk beribadah pada hari Jumat, maka umat Islam setiap minggu juga punya satu hari khusus untuk beribadah secara berjamaah kepadaNya.

Kristen :
Boleh aku tahu umat Islam beribadah pada hari Jumat, di Al Qur’an terdapat dalam surat apa dan bagaimana bunyinya?

Islam :
Sebenarnya tema dialog kita bukan membahas tentang Al Qur’an. Karena anda ingin mengetahuinya, walaupun agak sedikit keluar dari konteks yang kita sepakati, biarlah kutunjukkan pada anda, beribadah pada hari Jumat terdapat dalam Qur’an surat 62 Al Jumuah (Hari Jumat), ayat 9 bunyinya :

“hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.”

Kristen :
Kalau tidak salah, aku pernah dengar bahwa di dalam kitab suci Al Qur’an katanya ada berbicara tentang masalah hari Sabat. Apakah itu termasuk hari yang harus disucikan dan dikuduskan juga oleh umat Islam?

Islam :
Memang ada ayat-ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang hari Sabat, tetapi ayat itu bukan ditujukan kepada umat Islam, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang melanggar hukum Sabat. Mereka tidak mensucikan hari Sabat, bahkan mereka terus saja bekerja pada hari tersebut, sehingga Allah memberikan peringatan bahkan kutukan kepada mereka.

Kristen :
Maaf aku tertarik informasi Qur’an tentang hari Sabat. Boleh kutahu ayat-ayatnya dalam Al Qur’an itu, dan kutukan apa yang Tuhan timpakan bagi mereka yang tidak mengkuduskan hari Sabat?

Islam :
Tentu saja boleh. Kalau tidak salah ada sekitar lima kali kata Sabat atau Sabtu disebutkan dalam Al Qur’an, yaitu surat Al Baqarah 65-66, An Nisa 47 dan 154, Al A’raf 163 dan An Nahl 124. baiklah aku bacakan untuk anda ketahui :

Qs Al Baqarah 65 -66
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

An Nisa 47, 154
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Al A’raf 163
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

An Nahl 124
Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.

Bunyi ayat Al Qur’an tersebut, dapat kita ketahui bahwa pada masa itu pernah Allah buktikan, memberikan kutukan bagi yang melanggar dan tidak mensucikan hari Sabat, yaitu dengan merobah muka merka jadi kera yang hina. Maksud Allah yaitu memberikan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa agar tetap memelihara hukum-hukumNya, karena bagi yang melanggar pasti ada sangsinya. Sangsi itu jika tidak dibuktikan di dunia, pasti akan dibuktikan di akhirat.

Menurut saya, mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.

Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia (sabtu).

Islam :
Sejak kapan Gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari istirahat dan hari beribadah?

Kristen :
Wah saya tidak tahu persis hal itu.

Islam :
Perlu anda ketahui, penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.

Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu, bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi hanya hasil musyawarah para dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!

Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan dikuduskan Tuhan, adlaah hari Sabtu, bukan Minggu. Dan Al Qur’an juga mengatakan demikian.

Oleh sebab itu semakin jelaslah bahwa beribadah pada hari Minggu, samasekali tidak ada dasarnya dan dalilnya, baik dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an. Kenapa seperti itu? Sebab beribadah pada hari Minggu hanyalah rekayasa oleh Dewan Gereja pada konsili Laodikea sejak tahun 364 M, tiga abad lebih setelah Yesus meninggal.

Kristen :
Bapak dulunya kan beragama Katolik!! Jika waktu itu bapak belum masuk Islam atau masih beragama Katolik, apakah bapak juga akan turut mengkuduskan Sabat pada hari Sabtu?

Islam :
Seandainya waktu itu aku masih beragama Katolik, jelas aku akan tetapi beribadah menurut ajaran pastur saya, yaitu beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Tetapi jika pemahaman saya tentang Alkitab sudah seperti sekarang ini, aku akan memilih hijrah atau pindah ke Advent, karena walaupun mereka minoritas, tetapi mereka lebih konsekuen dan konsisten dalam memelihara firman-firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab. Tetapi rupanya Allah yang Maha Kuasa menghendaki lain, dan menunjukkan aku jalan yang mesti aku tempuh seperti sekarang ini, yaitu beragama Islam.

Kristen :
Terus terang saya masih kurang mendalami alkitab. Rupanya bapak lebih paham dari saya. Kalau begitu biarlah kita berjalan pada jalan masing-masing. Menurut saya kami harus mengkuduskan hari Minggu, sebab hari itu adalah hari pilihan Tuhan dimana Dia membangkitkan Yesus. Kebangkitannya itulah yang merupakan kemenangan atas dosa, dia telah mengalahkan penguasa gelap yaitu setan dan dia telah menebus dosa-dosa manusia. Sebab menurut keimanan kami, jika Yesus tidak bangkit hari ketiga dari kuburnya, maka sia-sialah keimanan kami.

Islam :
Yah….kalau kita berbicara hanya mengedepankan logika, perasaan dan pendapat manusia, maka kita tidak akan pernah mencapai titik temu dan tidak akan menemukan kebenaran yang hakiki. Aku ingin bacakan kepada anda beberapa ayat untuk anda renungkan dan pikirkan, bahwa seumur hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu), bukan hari Minggu. Tolong baca Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10, Markus 1:21, Markus 6:2

Lukas

4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

6:6
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Markus

1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Dari ayat-ayat tersebut ternyata seumur hidupnya Yesus mengajar dan beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan Minggu. Hitung saja, menurut alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini berarti seumur hidupnya yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu sebanyak lebih kurang 1700 kali.

Tidak pernah satu kalipun yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Terserah anda mau jadi pengikut Yesus atau pengikut ajaran Manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukankah yesus panutan anda? Ingat kata Yesus pada hari nanti : Enyahlah kalian pembuat kejahatan, kalian melaksanakan ajaran manusia.!!!!

Jika aku masih beragama Kristen, aku pasti memilih menjadi pengikut Yesus yang setia dengan jalan mengikuti apa yang dia teladani dan contohkan.

Kristen :
Rasanya membahas masalah ini tidak akan habisnya, apakah masih diteruskan atau kita beralih saja pada materi lain???

Islam :
Materi lain sebaiknya kita bicarakan pada kesempatan lain saja. Biarlah kita tuntaskan masalah Sabat ini dulu sampai selesai, sebab bagi saya ini masalah besar, bukan masalah sepele, karena ancamannya begitu mengerikan bagi yang melanggar hukum-hukumNya.

Jika saya yang peringatkan anda mungkin tidak perlu anda gubris, tetapi jika Tuhan yang memperingatkan anda, apalagi melalui FirmanNya dalam kitab suci anda sendiri yaitu alkitab, sebaiknya anda perhitungkan. Biarlah kubacakan untuk anda sebagai bahan renungan untuk anda pikirkan dengan kepala dingin dan hati yang tulus, yaitu Yak 2:10.

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Berdasarkan ayat alkitab tersebut, berarti dari Sepuluh Firman Tuhan, jika hanya 9 (sembilan) yang dijalankan tetapi satu diabaikan yaitu melanggar hukum Sabat, maka anda bersalah atas keseluruhan perintah tersebut. Ini berarti sia-sialah iman anda.

Hal ini lebih diperkuat dengan Yakobus 2:14 yang bunyinya sebagai berikut :

2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Dan dalam Yakobus 2:17 dikatakan :

2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Nah berdasarkan ayat-ayat tersebut, karena ada salah satu hukum yang anda langgar yaitu tidak menghormati dan tidak melakukan dengan perbuatan (tidak mengkuduskan hari Sabat), maka sia-sialah iman anda, atau iman anda telah dinyatakan “mati” oleh Tuhan.

Maaf saya tidak punya hak untuk mengatakan dan menyatakan atau memvonis anda bahwa iman anda saat ini sia-sia atau mati, tapi alkitab anda sendiri yang mengatakan demikian, dan saya hanya mengingatkan dan memperlihatkan kebenaran ini pada anda.

Kristen :
Sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak. Terus terang saja, selama ini baru kali ini aku merasa paling sulit berdebat dengan seseorang. Dan baru kali ini aku mendapatkan lawan debat yang sangat menguasai persoalan. Dan yang sangat mengagumkan saya, adalah bapak justru beragama Islam. Saya hargai dan salut atas ilmu bapak!!!

Islam :
Terimakasih atas pujian dan penghargaan anda, tetapi seharusnya anda tidak perlu memuji saya berlebihan, sebab ilmu yang kuperoleh juga berasal dari Allah. Oleh sebab itu menurut ajaran saya dalam agama Islam, yang berhak menerima pujian hanyalah Allah Swt.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya sampaikan, tetapi yang paling penting dan perlu anda renungkan cukup sekitar 7 (aslinya 20) hal, masalah “hari Minggu” sebagai berikut :

Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu
Allah dan Yesus tidak pernah mengkuduskan hari Minggu
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari Minggu
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi kristen.

Kristen :
Sekali lagi seperti yang sudah saya katakan bahwa menurut iman kami, “bukan harinya yang penting”, tetapi yang penting dalam seminggu harus ada “satu hari perhentian” yang dikuduskan sebagai hari ibadah. Dan kami menganggap hari Minggu adalah juga hari suci, karena yesus bangkit dari kematiannya pada hari Minggu.

Islam :
Maaf, rasanya tidak perlu lagi saya mengomentari jawaban anda yang bolak balik ke itu-itu. Harapanku jujurlah dalam menanggapi sesuatu, apalagi kita ini sedang membicarakan masalah-masalah firman Tuhan yang dianggap benar datang dari Tuhan. Jika kita membohongi, tapi hati kecil kita katakan itu benar, maka hal itu hanya akan menambah banyaknya rentetan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya nanti. Cobalah renungkan nasihat Yesus seperti ini :

Yohanes :

14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Saya kira sabda Yesus dalam dua ayat itu sangat jelas sekali maknanya. Anak kecilpun paham apa maksud sabda Yesus tersebut yakni jika ingin mencintai dan menjadi pengikutnya yang setia, ikutilah segala perintahnya, agar anda berada dalam kasihnya. Jika anda tidak mengikuti perintahnya, berarti anda tidak mencintai dia.

Kristen :
Saya tetap mencintai Yesus dan menjalankan perintahnya, hanya saja mungkin dengan cara yang berbeda.

Islam :
Justru karena anda jalankan secara berbeda itulah, maka anda menjadi bukan pengikutnya, tetapi pengikut ajaran pendeta atau gereja anda. Apa susahnya anda tinggalkan ajaran manusia dan mengikuti ajaran Yesus? Yang namanya pengikut Yesus, berarti dia harus konsekuen dan konsisten dengan apa yang yesus katakan. Coba anda renungkan sabda yesus ini :

Matius

5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Nah ini berarti bahwa seluruh hukum Taurat itu masih berlaku dan harus anda jalankan, termasuk mengkuduskan hari Sabat. Artinya anda harus tinggalkan beribadah hari Minggu dan kembali ke hari Sabtu. Apalagi seumur hidupnya Yesus hanya beribadah dan mengkuduskan hari Sabat, dan tidak sekalipun Yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu!

Kristen :
Biarlah kita berjalan pada garis masing-masing. Bagi kami, yesus adalah sebagai juruselamat umat manusia. Menurut saya yang penting adalah jaminan keselamatan yang pasti, yaitu bila kita beriman dan percaya kepada Yesus yang telah bangkit pada hari Minggu sebagai hari kemenangannya atas iblis, untuk menebus dosa-dosa manusia.

Islam :
Kalau salah satu jalan keselamatan itu hanya beriman dan percaya kepada yesus, maka semua umat Islam juga beriman dan percaya kepada Yesus yang disebut sebagai nabi Isa As. Menurut saya, keselamatan yang pasti, bukan hanya sekedar beriman dan percaya kepada Yesus, tetapi bagaimana melakukan semua perintahnya dan perintah Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.

Percuma anda hanya beriman dan percaya Yesus, jika semua perintahnya tidak anda lakukan !!!

Yesus beribadah seumur hidupnya pada hari Sabat, anda malah beribadah pada hari Minggu. Bukankah anda telah mengingkari bahkan menghianati beliau? Bukankah apa yang yesus contohkan harus diikuti oleh penganutnya? Coba simak baik – baik sabda Yesus ini :

Matius

7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Saya rasa, ayat ini sangat jelas dan bagus sekali buat anda renungkan, sebab sabda Yesus tersebut jelas sekali dia sendiri yang mengatakan kepada pengikutnya, yang bermakna bahwa keselamatan itu harus melakukan semua kehendak Bapanya yaitu Allah. Jadi pernyataan iman itu harus disertai perbuatan, jika tidak maka sia-sialah iman anda. Kan tadi sudah dibacakan yaitu Yoh 14 :15

Yohanes :

14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Ini bermakna, jika anda benar-benar mengasihi dia, ikutilah apa yang dicontohkan dan diajarkan yesus. Jika anda tidak mengikuti jejak beliau, berarti anda tidak mengasihinya bukan?

Kristen :
Rasanya kita tutup saja masalah Sabat dan bagaimana jika kita beralih ke materi lain?

Islam :
Karena sudah cukup larut malam, materi lain kita bicarakan pada hari berikutnya. Aku mau tuntaskan sekali lagi bahwa masih ada yang perlu anda renungkan untuk dibawa tidur pada malam hari, yaitu bagaimana Allah menganjurkan agar mengikuti Perintah-perintahNya.

Ulangan

11:1
“Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.

1 Raja

8:61
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.”

Yesaya

66:22
Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.

66:23
Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

Firman Tuhan seperti itu sudah sangat jelas, tegas dan sangat rasional. Anak kecilpun paham apa yang Tuhan kehendaki dari isi firman Nya itu. Apakah masih perlu aku jelaskan ?

Kristen :
Terimakasih biar nanti akan kupelajari dirumahku lagi.

Islam :
Kalau tadi adalah ayat-ayat anjuran Tuhan agar mengikuti Perintah dan ketetapan serta Peraturan Nya, maka ada juga ayat-ayat yang berisi ancaman bila anda tidak melaksanakannya. Mudah-mudahan dengan adanya ancaman dari Tuhan, anda akan pikirkan lebih serius lagi, sebab ini menyangkut keselamatan abadi di akhirat nanti. Lebih baik kita tidak disukai manusia, asal disukai dan disayangi oleh Tuhan.

Yesaya

8:20
“Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Yakobus

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

2:14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Kristen :
Wah….terimakasih….anda begitu menguasai, dan biarlah ini menjadi PR saya. Tetapi kami yakin bahwa kami umat Kristen tetap menghormati dan mengkuduskan Sabat, Cuma harinya saja hari Minggu.

Islam :
Baiklah biarlah semua itu menjadi PR bagi anda. Sekedar renungan, bahwa sebelumnya Tuhan telah informasikan bahwa pada suatu saat nanti hukum-hukumNya serta hari-hari SabatNya akan dibengkokkan orang, dan hal ini telah terbukti hampir semua orang Kristen telah membengkokkannya, termasuk anda sendiri. Coba anda baca Yehezkiel 22: 26.

22:26
Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.

Nah, jika anda ingin meluruskan kembali informasi Tuhan tersebut, maka berbuatlah sesuatu untuk membela firman-firman Allah yang benar, dan jangan sampai anda ikut terjerumus seperti mereka-mereka itu.

Mestinya anda harus menjadi pelopor dalam mengembalikan ke 10 firman Tuhan yang telah mereka obah dan langgar. Kristen protestan adalah agama “reformasi” yaitu apa yang dilakukan oleh Martin Luther. Banyak hal yang berhasil Martin Luter protes, sehingga muncullah agama baru yaitu protestan, tetapi sayangnya, salah satu dari beberapa kegagalan Martin Luther adalah masalah penyucian hari Sabat, yang telah dirobah oleh penguasa Katolik menjadi hari Minggu.

Jika anda merasa benar hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu itu sudah dilanggar bahkan dirobah oleh pemimpin Gereja menjadi hari Minggu, berarti anda dan semua umat Kristen dan Katolik telah melanggar salah satu dari Sepuluh Firman Tuhan tersebut, berarti mereka telah berbuat salah atas seluruh hukum itu. Coba renungkan ayat alkitab ini :

Yakobus

2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Saya kira ayat ini sangat baik sekali. Bahkan rasanya satu ayat ini telah mewakili seluruh isi dari 10 firman Allah. Artinya hanya dengan melanggar salah satu hukum Tuhan, sama saja telah bersalah atas seluruh hukum itu.

Kristen :
Baiklah saya kira cukup diakhiri sampai disini saja, nanti dilanjutkan besok lagi. Anda sangat luar biasa sekali!!! Terang terang saja, baru kali ini aku ketemu dengan orang yang bisa berdialog sedetail ini. Saya mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman dari Bapak. Paling tidak aku mendapatkan banyak wawasan ilmu kristologi dari dialog ini. Saya harap dialog seperti ini bisa diteruskan pada hari-hari berikutnya dengan materi yang lain.

Islam :
Sebelum kita akhiri, saya ingin sampaikan, bahwa apabila anda ingin menjadi orang Kristen yang baik, cobalah anda kritisi kandungan kitab suci anda, karena bukan tidak mungkin banyak ajaran-ajaran yang benar telah diselewengkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.

Salah satu bukti otentik, yaitu seperti yang kita bahas yaitu masalah keabsahan hari Sabat dalam 10 firman Tuhan. Ternyata hanya sebagian kecil saja yang masih konsisten dan konsekuen memelihara dan mengkuduskan yaitu dari sekte Advent.

Ini berarti sebagian besar telah melanggar kekudusan hari Sabat, padahal ancaman bagi mereka yang melanggar begitu berat, yaitu dihukum mati. Coba anda renungkan jaminan Allah bagi mereka yang memelihara hukum Sabat Tuhan.

Yesaya

58:13
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

58:14
maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Ingat!!! Tuhan tidak mungkin ingkar janji, apa yang keluar dari mulut Nya, pasti akan terjadi. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam :

Mazmur

89:34
(89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Oleh sebab itu janji yang Dia ucapkan dalam Yesaya 58: 13-14 tadi, merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan dan menyenangkan. Tidak ada lagi kesenangan yang lebih besar selain kesenangan yang langsung diberikan Tuhan atas janjiNya terhadap mereka yang taat menjalankan hukum-hukum Nya.

Bayangkan saja, janji dan jaminan Nya begitu menggiurkan, begitu menjanjikan kesenangan yang tiada tara hanya karena memelihara salah satu hukumNya saja, yaitu memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, apalagi jika anda menjalankan semuanya, sungguh luar biasa!!!

Kristen :
Baiklah. Semoga semua ini menjadi PR bagiku. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas diskusi kita pada malam hari ini, terimakasih juga telah merepotkan bapak menyediakan minuman dan makanan. Kalau boleh besok kita ganti dengan materi yang lain saja, dan saya kira masalah hari Sabat kita tutup saja sampai disini.

Islam :
Terimakasih kembali. Dan saya mohon maaf jika selama kita berdialog, ada kata-kata yang salah atau menyinggung perasaan anda. Apa yang saya sampaikan itu bukan dari pikiran saya, kemauan dan kehendak saya sendiri, tetapi semua itu berdasarkan dalil-dalil yang saya ambil dari kitab anda sendiri. Saya hanya sekedar menunjukkan apa yang mestinya anda ketahui, anda pelihara dan anda amalkan.

Saya yakin, jika anda benar-benar ingin mencari jalan yang benar, Insya Allah Tuhan akan membimbing anda pada ajaran yang hakiki dan yang diridhoi Nya.

Amin.

24 Komentar

  1. rianjani said,

    Desember 14, 2007 pada 11:48 am

    wah sangat luar biasa dialog yg sangat bagus,sopan,brilliant bravo.dari pihak kristen yg mau menerima dan memahami…
    bravo..diskusi yg seperti ini yg kit aperlukan gak ada caci maki..
    lanjutkan berdakwah.sangat bermanfaat bagi kita kita..

  2. ilham dwi y said,

    Desember 17, 2007 pada 1:51 am

    …………………..Q terdiam sejenak tanpa kata hanya bisa menyabut ALLAHHUAKBAR…..smoga pihak kristen terbuka hatinya…..dialog ini juga menambah wawasan kita semua dan memperkuat keimanan kuta kepada-NYA insyaALLAH.

  3. Hamba TUHAN said,

    Februari 12, 2008 pada 1:02 pm

    “Saya ingin menambah bahawa…orang islam perlu tahu. Dalam ajaran kristian, kematian Yesus jatuh pada jumaat(peristiwa sedih), dan bangkit selepas tiga hari..jadi apakah hari selepas 3hari bermula pada jumaat??bukan kah hari minggu! nah jelas dsni,sebab itu kami menguduskan hari minggu(mperingatkan kebangkitan Yesus). bukannya sabtu seperti yang kamu katakan. hari kudus kristian adalah HARI MINGGU(AHAD).istilah “sabat” itu seperti yang kamu nyatakan hanya diistilah oleh manusia, tetapi ajaran kami mengatakan dan percaya harikudus adalah AHAD. nasihat saya, fahami dahulu keseluruhan makna yang disampaikan oleh TUHAN, bukan yang di istilahkan oleh manusia(istilah sabat).

  4. love_JC said,

    Maret 29, 2008 pada 1:06 pm

    wah..wah…memang klo debat soal agama tidak ada habisnya…

    saya memang orang yg yidak pintar berdebat, ato ahli dalam mengingat2 ayat2 alkitab…saya juga orang berdosa….tapi saya percaya klo hari minggu itu hari sabat(hari kebangkitan Yesus Kristus)…. dan saya percaya Yesus anak Allah. . .

    saya cma berpendapat. . .

    kita tidak beroleh iman jika memperdebatkan AGAMA, kita beroleh iman jika kita bersujud menyembah Dia.

    saya orang Kristen saya menyayangi dan mengasihi kamu semua tanpa harus ikut agama saya seperti saya mengasihi sodara2 saya yg seiman…

    semoga Tuhan menberkati.

  5. jj said,

    Mei 5, 2008 pada 2:48 pm

    Assalamwalaikum warahmatulahi wabarakatu…saya akui bahwa anda lebih mengerti tentang Alkitab dari saudara2 Kristen lainnya… saya salut sama anda. Begitu banyak orang yang yakin benar dengan hari perbaktiannya tetapi ternyata mereka memaksakan apa yang salah dimata Tuhan Yesus. Banyak teman-teman Kristen merayakan hari-hari raya yang tidak diperitintahkan Allah malah dibuat sedangkan hari raya suci seprti hari Sabat/Sabtu = hari ketujuh yang diperintahkan Tuhan langsung dari mulutNya malah tidak diperaktekan. ya mudah-mudahan apa yang mereka pertahankan berkenan di hati Allah Bapa, Allah Roh, Allah Anak. Amin. JBU

  6. Agustinus said,

    Juni 19, 2008 pada 9:42 pm

    Ya Tuhan..

    Apakah yang sudah terjadi… kok saya ngrasa aneh sekali ya..
    Menurut saya, semua agama itu baik adanya, tidak ada gunanya sama sekali kita memberikan komentar2 tentang agama lain..
    Yesus telah mengorbankan seluruhnya bagi umat manusia, bahkan Yesus sebagai Anak Allah mau disalib untuk menebus dosa2 kita..

    kalo anda saja tidak terima dengan beberapa kejadian yang sudah terjadi beberapa saat yang lalu, seperti penggambaran Nabi Muhammad (sorry), Ahmadiyah dll… kok ya malah kayanya masih ingin mencari masalah2 baru..

    saya suka sekali melihat film2 rohani di TV tentang agama islam, dan menurut saya itu sangat luar biasa… tapi bila dilihat kembali ke dalam dunia nyata, film itu hanyalah sekedar skenario belaka…
    peace… GBU..

  7. wew91 said,

    Juni 26, 2008 pada 4:42 pm

    Syaloom
    Damai Sejahtera Menyertai Kita Semua

    Sabat dan Minggu

    Di milis tertentu belakangan ini banyak ditanyakan soal Sabat, yaitu: (1) Apakah Sabat bagi Kristen dirayakan pada hari Minggu; atau (2) Apakah hari Minggu itu merupakan Sabat?

    Dalam Perjanjian Lama hukum Sabat ada pada 10 hukum Allah (ke-IV) yang dirayakan oleh umat agama Yahudi (Judaisme) dan pada seabad terakhir juga dirayakan oleh gereja Advent Hari Ke-tujuh yang menyebabkannya disebut sebagai ‘20th-century Judaism’. Tidak semua gereja Advent merayakan Sabat Yahudi, sebab pengikut pelopor Adventis dibawah William Miller berbakti di hari minggu dan mendirikan gereja seperti ‘Evangelical Adventist’ dan ‘Advent Christian Church’, baru pengikut Mrs. Ellen Gould Whitelah yang memasukkan ajaran Sabat yahudi ke dalam Adventisme (yang secara harfiah menunjukkan kegairan besar menantikan kedatangan Tuhan Yesus kembali).

    Dalam PL, Sabat merupakan bagian dari ritus kurban dan persembahan yang kemudian dibakukan sebagai hukum Taurat, namun dalam PB, firman Sabat PL sudah digenapkan dalam Yesus Kristus. Hari Sabat bagi Israel adalah suatu tanda bagi Tuhan Yesus yang akan membawa ’shalom’, damai, sejahtera dan kebahagiaan dalam hubungan antara Allah dan manusia. Dalam PL hari Sabat itu memberi kesaksian tentang Messias, yang padaNya ada Roh Tuhan, untuk membuat ‘tahun Yobel’ Sabat yang sejati, menjadi kenyataan dan untuk memenuhi tahun kesenangan Tuhan (band. Yes.61:1-4).

    Namun, bagi umat Kristen pengertiannya bila dilihat dari terang Perjanjian Baru tidak lagi merupakan suatu hukum.
    Messias telah datang dalam Yesus sebagai penggenap Taurat (Luk.4:14-22), dimana Yesus bertugas: “mengabarkan tahun karunia Tuhan” (Luk.4:18,19) dan dikatakan pula bahwa: “Pada hari ini isi kitab yang kamu dengar itu sudah sampai.” Tahun karunia Tuhan bagi umat Israel adalah tahun Yobel (tahun ke-50, yang merupakan Sabat akbar setelah meliwati 7 X Sabat tahun). Dalam Mat.11:28 Yesus mengatakan “Aku akan memberikan kelegaan bagimu”. Istilah Yunani untuk kelegaan (dahulu sentosa) adalah kata pausis yang adalah terjemahan kata Ibrani Sabat. Tuhan Yesus berfirman: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” (Luk.6:5).

    Dari terang ini kita melihat bahwa arti Sabat telah digenapi oleh Tuhan Yesus sendiri dan bahkan Dia telah menjadi Sabat bagi kita. Yesus sendiri dianggap berkali-kali melanggar Sabat oleh orang Yahudi yang tidak mengerti dan menerima ke’Messias’an Yesus (Mat.12:1-14;Luk.14:1-6;Yoh.5:1-18;14:14-24), demikian juga Rasul Paulus mengingatkan soal bahwa Perjanjian Baru membebaskan kita dari Taurat Yahudi (Gal.4:9-10;Kol.2:16). Itulah sebabnya kita mengerti mengapa umat Kristen tidak lagi merayakan hukum Sabat, baik pada hari Sabtu maupun pada hari Minggu.

    Memang dalam Alkitab diketahui bahwa semula para pengikut Tuhan Yesus Kristus yang Yahudi masih berkumpul di sinagoga pada hari Sabat (Kis.13:14,44dst;14:1;18:4,19,19: 8) namun mereka sadar bahwa Sabat telah memiliki pengertian baru sehingga lama-kelamaan mereka yang telah menjadi Kristen dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat, mereka akan merasa tidak nyaman lagi beribadah pada hari Sabat di sinagoga yang masih melaksanakan ritus-ritus Taurat, apalagi dalam persidangan para Rasul di Yerusalem (Kis.15), para rasul tidak menyebutkan firman Sabat sebagai perintah yang harus dituruti oleh orang kafir (lihat juga perjuangan Paulus dalam kitab Galatia dan Rom.14).

    Umat Kristen jemaat awal kemudian berkumpul pada hari pertama dalam minggu sebagai peringatan mingguan hari kebangkitan Tuhan Yesus (Yoh.20:1,19,26;Kis.20:7;1Kor.16:2), pengakuan Thomas bahwa Yesus adalah ‘Tuhanku dan Allahku’ (Yoh.20:2 8) terjadi dalam pertemuan hari minggu. Hari Pertama dalam minggu disebut sebagai hari Tuhan (kuriake hemera, Why.1:10). Kuriake Hemera dalam bahasa latin adalah Dies Dominica (bhs.Portugis = dominggo) dan kemudian menjadi kosa kata bahasa Indonesia yaitu Minggu.

    Jadi, umat Kristen tidak lagi merayakan hari Sabat pada hari Sabtu atau hari Minggu, pertemuan pada hari pertama dalam minggu adalah pertemuan ulangan untuk mengenang Tuhan Yesus yang telah bangkit dan bukan merayakan Sabat.

    Ada juga argumentasi dari pengjaran Adventis bahwa ‘hari Tuhan’ (kuriake Hemera) dalam PL menunjuk hari Sabtu karena dikatakan bahwa ‘hari ketujuh adalah Sabat Tuhan’ (Kel.20:10), disebut ‘hari Sabat adalah hari kudus-Ku’ (Yes.58:13) dan bahkan dalam PB dikatakan bahwa Yesus mengaku sebagai ‘Tuhan atas hari Sabat.’ Namun, kalau kita melihat bagaimana Tuhan Yesus memperbaharui arti Sabat yang sebenarnya, kita dapat melihat bahwa Yesus kemudian tidak menjalankan Sabat sekalipun masih sekali-kali hadir pada hari Sabat di sinagoga dan Bait Allah untuk memberitahukan Tahun Rahmat Tuhan. Karena tidak merayakan Sabat itulah Yesus sering dimaki bahkan dimusihi oleh umat Yahudi.

    Yesus di salib pada hari Jumat menunjukkan kemanusiaannya yang penuh yang menjalankan penebusan atas dosa manusia. Hari Sabtu/Sabat keesokan harinya menunjukkan masa perhentian dimana Roh Yesus mulai menjalankan penebusan ke dalam roh-roh yang terpenjara dalam Perjanjian Lama, namun lebih jelas kebangkitan pada hari minggu menggenapkan pribadi Yesus sebagai ‘Tuhan’ dan selanjutnya Yesus menemui murid-murid-Nya pada hari Minggu, karena itu ‘hari Tuhan’ adalah hari minggu dimana Yesus benar-benar telah menunjukkan diri-Nya sebagai Tuhan.

    Para murid berkumpul pada hari ‘Tuhan’ untuk mengenang kebangkitan Yesus dari kematian yang menyatakan diri sebagai Tuhan pada hari pertama dalam minggu itu, karena bukan saja Ia adalah Tuhan atas hari Sabat, Tuhan Yesus sudah menjadi Sabat bagi umatnya sehingga umat tidak lagi perlu melakukan syariat Sabat lagi.

    Sabat dan Yesus

    SABAT ATAU MINGGU, ada baiknya membahas masalah Sabat dan sikap Yesus sendiri terhadap SABAT tersebut. Pada awal hidupnya, ketika masih kecil dan belum menjalankan tugas pelayanannya, Yesus masih hidup dibawah Taurat sesuai adat istiadat Yahudi dalam pandangan Farisi. Ia disunat pada hari kedelapan dan kemudian menjalani ritus pentahiran dan penyerahan anak sulung (Luk.2:21-24), dan selanjutnya masih mengikuti ritus Paskah Yahudi (Luk.2:41-42).

    Setelah pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis kita mulai melihat pandangan Yesus terhadap Taurat mulai berseberangan dengan orang Farisi, Ahli Torat, dan adat istiadat Yahudi. Yesus mulai menyatakan diri sebagai ‘Anak Allah’ yang mengakibatkan ia dianggap menghujat, dan sekalipun menurut kebiasaan pada hari Sabat Ia biasa masuk ke rumah ibadat, kita dapat melihat bahwa kesempatan itu digunakan untuk menyatakan otoritasnya kepada umat Yahudi dengan membaca Alkitab dan mengajar, bahkan kemudian Ia menyatakan dirinya memiliki Roh Tuhan dan diurapi Tuhan untuk untuk menjalankan pembebasan dan memberitakan Tahun Rahmat Tuhan (Luk.4:14-30). Tahun Rahmat Tuhan adalah tahun ke-50 yaitu Yobel (Im.25:10dst) yang merupakan Sabat Akbar sebagai penutup 7 kali Sabat tahun. Menarik sekali mengamati bahwa Sabat itu artinya tidak hanya hari Sabtu tapi bisa juga tahun ke-7, dan juga tahun ke-50, tahun pertama dari 7 tahunan setelah 7X7 tahun. Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan atas hari Sabat (Mrk.2:2 8) dan diri-Na telah menggenapi ‘Tahun Rahmat Tuhan’ atau ‘Sabat Yobel’ itu (Luk.4:21).

    Kotbah di bukit (Mat.5:17-4 8) menunjukkan sikap Yesus terhadap Taurat. Ia mengatakan bahwa “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (ay.17) bahkan dikatakan bahwa ‘satu iota atau satu titik pun tiada akan ditiadakan dari hukum Taurat” (ay.18), dan Ia mengatakan bahwa kita harus mengajarkan dan melakukan segala hukum Tuhan” (ay.19). Namun, apakah maksudnya bahwa Taurat harus tetap dijalankan seperti pengertian Farisi dan ahli Taurat? Dari konteksnya kita dapat melihat bahwa ternyata tidak. Yesus memberi pengertian Taurat yang lebih dalam secara rohaniah berbeda dengan pengertian orang farisi yang bersifat harfiah dan jasmaniah. Membunuh bukan sekedar mematikan orang tapi juga kemarahan (ay.21-22), nafsu di hati sudah merupakan zinah (ay.27-28), sumpah digantikan dengan berkata benar (36-37), hukum balas ‘mata ganti mata’ diganti maaf memberi pipi (38-39), membenci musuh diganti dengan mengasihi musuh (ay.43-44), dan lain-lain. Yesus ternyata memberi pengertian mengenai Taurat yang benar berbeda dengan orang Farisi, ahli Taurat dan tradisi Yahudi mengertikannya.

    Soal adat-istiadat Yahudi seperti pengertian ‘najis’ dan ‘kudus’ juga membedakan Yesus dengan orang Farisi dan ahli Taurat (Mrk.7:1-5), tidak ada makanan yang najis sebab yang menajiskan adalah yang keluar dari mulut (ay.15-23). Yesus mengatakan: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia” (ay.6-8).

    Dalam soal Sabat, ternyata Yesus memberikan pengertian yang berseberangan pula dengan orang Farisi dan ahli Torat. Yesus mengatakan bahwa: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” (Mrk.2:27-28). Ayat ini sering di salah tafsirkan seakan-akan menunjukkan perintah untuk memelihara Sabat, padahal konteks perikop ayat itu berbicara sebaliknya, yaitu membantah pengertian orang Farisi mengenai memelihara Sabat! Dalam konteks ayat itu jelas Yesus menunjukkan sikap membela pelanggaran Sabat, tetapi itu tidak berarti melanggar Sabat Allah melainkan melanggar Sabat yang ditafsirkan keliru oleh orang Farisi dan ahli Taurat.

    Sabat adalah suatu perhentian dan pembebasan namun orang Farisi dan ahli Taurat menjadikannya suatu kesukaran dan perbudakan. Yesus sering menyembuhkan orang pada hari Sabat dan ini dianggap oleh orang Farisi dan ahli Taurat sebagai melanggar Sabat bahkan mereka ingin membunuh-Nya karena itu (Mat.12:9-14). Yesus mengecam orang Farisi dan ahli Taurat yang “mengikat beban berat dan meletakkan di atas bahu orang …. mereka menekankan ritus ibadat lahiriah dan miskin rohaniah.” Ini dikatakan oleh Yesus dalam ‘nama Tuhan!” (Mat.23). Dari sini kita dapat melihat apa arti ‘tidak meniadakan tetapi menggenapi Taurat’ yaitu memberikan pengertian ‘hakekat daripada tersurat’. Demikian juga inti Sabat yang ‘tersurat’ diberi pengertian ‘hakekat’nya oleh Yesus sebagai sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan kelegaan kepada manusia. Yesus mengatakan: “marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:28). Kata ‘kelegaan’ (terjemahan lama: sentosa) adalah terjemahan kata Yunani ‘katapausis’ yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani ‘Sabbath.’

    Sikap Yesus terhadap Sabat secara konsekwen dinyatakan dengan kebangkitannya bukan pada hari Sabat Sabtu tetapi ‘pada hari pertama dalam minggu’ (Mat.28:1). Ini menarik karena ke’tuhan’annya tidak dinyatakan pada hari ‘Sabat Sabtu’ tetapi pada ‘hari Minggu’ karena ia telah mendatangkan Sabat Yobel bagi manusia. Demikian juga pada hari itu Ia mendatangi para murid yang berkumpul dan menghadirkan “damai sejahtera dan sukacita” (Yoh.20:19-23). Seminggu kemudian pada hari minggu ketika para murid kembali berkumpul, para murid mengatakan kepada Thomas bahwa: “kami melihat Tuhan” dan ketika Thomas sendiri melihatnya keluarlah pengakuan “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh.20:24-29), pengakuan jemaat awal yang menegaskan bahwa ‘Yesus adalah Tuhan’ yang identik dengan pengakuan kepada Yahweh sendiri (Mzm.35:23-24).

    Dari sinilah kemudian timbul istilah ‘Hari Tuhan’ (kuriake Hemera) untuk menyebut hari pertama dalam minggu dimana Yesus menyatakan diri sepenuhnya sebagai ‘Tuhan’. Rasul Yohanes melihat penglihatan pada ‘hari Tuhan’ (Why.1:10) dan ‘hari Tuhan’ juga akan menunjukkan hari kedatangan-Nya yang keduakali untuk menghakimi manusia (Kis.2:20;2Ptr.3:10). Kaum Adventis berargumentasi bahwa ‘kuriake Hemera’ adalah hari Sabtu karena dalam PL hari Sabat disebut sebagai ‘hari Allah’, tetapi kita melihat bahwa istilah ‘hari Tuhan’ dalam PB tidak ditujukan kepada Yahweh melainkan kepada Tuhan Yesus.

    Menarik untuk diketahui bahwa setelah ‘bangkit pada hari minggu’ Yesus menyatakan diri pada para murid pada ‘hari minggu’ dimana mereka berkumpul mengenang hari kebangkitan Yesus untuk makan roti dan doa (band. Kis.20:7). Ia tidak menyatakan diri pada hari Sabat kepada orang orang Yahudi, demikian juga pada hari kebangkitan-Nya ia mengaruniakan ‘Roh Kudus’ kepada murid-murid-Nya (Yoh.20:22), dan Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia pada ‘hari Minggu’ yaitu pada hari ‘Pentakosta’ (hari ke-50). Semua ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus memang menghendaki kita menjadikan ‘hari Minggu’ sebagai ‘hari Tuhan’ dimana kita menjalankan Sabat, bukan dalam pengertian Sabat Yahudi, namun dalam pengertian ‘Tahun Rahmat Tuhan’, Sabat Akbar yang membebaskan umat manusia.

    Berbeda dengan Mrs. Ellen Gould White, tokoh kultus Adventisme, yang mengatakan bahwa “Pengabaian Sabat adalah dosa yang paling besar dari segala dosa, dan dosa itu dilakukan oleh gereja-gereja,” Tuhan Yesus justru hadir dan merestui pertemuan ibadat murid-murid-Nya pada ‘hari Minggu’ dan mengatakan: “Eireenee humin” (damai sejahtera bagi kamu). Di sinilah kita melihat perbedaan antara Taurat Perjanjian Lama yang penuh beban dan Anugerah Perjanjian Baru yang penuh damai sejahtera. Karena itu umat Kristen harus sadar untuk menghayati anugerah Tuhan Yesus yang kita kenang dalam pertemuan ibadat kita setiap hari minggu dengan kasih.

    Kiranya artikel ini dapat membuka wawasan anda tentang Firman Tuhan, “Berbahagialah mereka yang mendengarkan dan melaksanakannya dalam kehidupannya setiap hari. Haleluya!”

    Syaloom

    saya mendapatkan pesan2 yang sangat bagus ini dari seseorang yang bernama RIO

  8. falah said,

    September 19, 2008 pada 1:59 pm

    assalamualaikum!!!!!
    salam sejahtra untuk kita semua’
    subhanaullah sudahlah tidak usah diperdebatkan karna sudah jelas didalam alkuran yg artinya” untukmu agama mu dan untuk ku agama ku”……………..mdah2an allah memberikan hidayahnya untuk kita semua.amin

  9. GandYuwono said,

    November 6, 2008 pada 5:03 pm

    Bagi saudara2 Muslim maupun Kristen/Katholik, kalo udah buntu debatnya dan tetap pada keyakinan masing2 saya sarankan melaksanakan Mubahalah, itu lho yg disebut di Qur’an surah Ali Imran ayat 61:

    61. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta[197].

  10. sokran said,

    November 10, 2008 pada 9:05 pm

    tidak kah orang kristen melihat semua kesalahan dan kepalsuan dalam kitabnya sekarang
    kembalilah ke jalan ALLAH karena hanya islam agama yang di ridlo i oleh ALLAH

  11. laskar kristus said,

    November 27, 2008 pada 8:30 am

    Syalom…

    Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih banyak kepada saudara yang sudah mengkritik dan saran tentang hari sabat kepada orang Kristen. Sebagai pengikut YESUS kami sangat tersanjung banget, bukan benci, memusuhi atau apapun itu, karena anda memuliakan nama YESUS, saya benar-benar salut kepada saudara telah mengerti apa yang TUHAN YESUS maksud kepada saudara. Anda benar sekali tak ada kesalahan sedikitpun tentang apa yang saudara ucapkan menurut ALKITAB. Kalau soal permasalahan hari sabat jatuh pada hari sabtu bukan hari minggu itu adalah benar, saya akui menurut perjanjian lama maupun baru tentang hari sabat, umat pengikut KRISTUS memperingati hari minggu menjadi hari sabat memang salah. YESUS mati dikayu salib pada hari jumat siang hari, Dan bangkit pada subuh hari tepat di hari pertama yaitu hari minggu, itu benar. Umat Kristen didunia sudah tahu hari sabtu itu adalah hari sabat, sekarang kenapa umat Kristen didunia memperingati hari minggu menjadi hari sabat????
    Karena YESUS sang juruslamat bangkit pada hari minggu, bahwa membuktikan dirinya dapat mengalahkan iblis dan umat yang percaya ajarannya tidak kecewa terhadap dirinya. ALLAH menciptakan surga dan bumi dan segala isinya selama 6 hari lamanya dan berhenti pada hari sabat yaitu hari sabtu. Begitu juga kepada YESUS sang Juruslamat manusia yang percaya kepada dirinya. Mengajarkan keselamatan untuk menuju kerajaan sorga. Umat Kristen menggantikan hari sabtu menjadikan hari minggu karena umat Kristen takjub atas kebangkitannya. Jadi umat Kristen mengenang ajaran YESUS KRISTUS
    Jadi terserah saudara menanggapi itu semua, bagaimana cara pandang kehidupan saudara tentang umat kristen.
    Kalau boleh aku mengkritik balik kepada saudara tentang AL QURAN, AL QURAN sudah jelas-jelas banget hari sabat itu hari sabtu. Jadi permasalahannya adalah kenapa yang tertulis
    surat 62 Al Jumuah (Hari Jumat), ayat 9 bunyinya :
    “hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.”
    Qs Al Baqarah 65 -66
    Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

    Padahal di AL QURAN sudah jelas-jelas menuliskan orang yahudi tidak beribadah pada hari sabat yaitu hari sabtu menjadi kera yang hina, yang aku tanyakan pada saudara ada berapakah TUHAN yang menciptakan langit dan bumi ini. Kalau anda bilang 2 atau 3 atau berapa yang anda sebutkan, anda orang bodoh yang saya kenal dari dunia maya, kalau anda bilang satu berarti anda benar. Jadi kenapa kalian tidak beribadah pada hari sabtu juga? Sudah jelas-jelas di AL QURAN menceritakan tentang kejadian pada orang-orang yahudi, Apakah orang yahudi sama dengan orang Kristen protestan atau khatolik, apakah TUHAN membilang kepada islam beribadah pada hari jumat, karena di AL QURAN juga menuliskan tentang nabi musa, kemana itu semua tentang yang ada dari lukisan tangan ALLAH, meyuruh umat manusia beribadah pada hari sabtu, apakah dengan cara anda masuk islam anda terhindar memperingati hari sabat??? sekarang aku mau tanya lagi kepada saudara. Kalau orang islam beribadah pada hari jumat siang, kemana para wanita yang umat islam, kok para prianya saja yang beribadah ke mesjid, suatu hal yang membeda-bedakan, apakah para wanita yang islam memang tidak boleh beribadah pada hari jumat sama seperti para pria. Kalau roma irama bilang ter…..la…lu…
    Jadi tolong jangan mengkriktik yang tidak seharusnya baik kepada umat Kristen maupun orang yahudi, karena kalian umat islam didunia memusuhi orang Kristen dan orang yahudi maupun orang-orang Shabiin(hindu dan budha), kalian umat islam didunia adalah umat yang saya bilang se..sat, karena apa??? karena kalian seenak-enaknya saja bilang kami orang-orang kafir dan di AL QURAN tidak ada menceritakan/menuliskan untuk toleransi, dan mengasihi, saya katakan lagi kepada saudara, apakah AL QURAN adalah kitab yang mengajarkan kebaikkan kepada orang lain? cuman saudara yang jawab itu semua, bukan harus saya yang menjawabnya. Tolong saudara baca ALKITAB kembali tentang YESUS KRISTUS dalam Lukas 6:20-36 dan Lukas 6:37. saudara akan mengerti maksud saya, kalau toh tidak mengerti mudah-mudahan anda sendiri selamat dari pencobaan.

    Ingatlah permusuhan antar agama akan membuat manusia menjadi tidak mengenal siapa yang pantas di sebut TUHAN. Dan iblis bersorak-sorak karena iblis dapat mengalahkan makhluk ciptaan TUHAN. Karena agama berasal dari manusia bukan dari TUHAN itu sendiri. Kalau tetap ngotot lebih baik kamu mengikuti iblis.

  12. laskar kristus said,

    November 27, 2008 pada 8:40 am

    maafkan kalau saya membuat anda tersinggung apa yang saya tuliskan. semoga yesus memberkati kita semua. amin

  13. Februari 5, 2009 pada 6:02 am

    membaca komentar sodara kita,saya jdi senyum sendiri.padahal sangat jelas sekali tertulis dialkitab,bahwa umat kristen diperintahkan mengkuduskan hari sabat yaitu hari sabtu(silahkan cari sendiri dalil dialkitab)bukan hari minggu.tak ada dalil/perintah agar mengkuduskan hari minggu(sunday):d,pada jaman yunani kuno sunday merupakan hari lahir na anak dewa matahari yg bernama osiris(sun=matahahari,day=hari).aneh memang:d”percaya yesus tapi menentang perintah na,berpedoman pada alkitab tapi mengabaikan isi na”:o …saran saya pelajarilah alikitab setiliti mungkin,jgn cuma terpaku pda dogma2 kaum gereja saja.

  14. Februari 5, 2009 pada 9:53 am

    …”percaya yesus tapi menentang perintah nya,berpedoman pada alkitab tapi mengabaikan isi dan perintah nya”contoh nyata adalah pembuatan patung/berhala yesus(kalau cuma alasan patung/berhala yesus dibuat itu sebagai bukti kalau yesus yg katanya tuhan itu ada)itu hanya akal2 buat anak kecil bagi saya.:dterlalu mengada ada.coba anda baca ulangan 5,7-21(10 perintah tuhan)…..pasal 5 ayat 8.jangan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yg ada dilangit diatas,atau yg ada didalam air dibawah bumi.

  15. heri said,

    Februari 9, 2009 pada 4:12 pm

    trus bgaimana dgn ajaran kristen ADNENT,

    menurut anda apakah greja ini sudah memenuhi akan 10 hukum ALLAH…???

    trus apakah menurut anda ADVENT jga adalah agama yg salah atau agama yg benar…????

  16. mr.one said,

    Februari 26, 2009 pada 1:16 pm

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya suka sekali Diskusi diatas sangat berbobot dan bermartabat, saya sangat menghargai dan menghormati kedua narasumber, tidak ada untuk menjatuhkan agama tapi mencoba untuk meluruskan, dan satu sama lain mempunyai dasar keyakinan sendiri-sendiri, seharusnya demikianlah dalam berdiskusi, bukan umpatan atau hinaan terhadap agama lain, demikianlah jika diskusi dilakukan oleh orang-orang yang berilmu

    Wassalamualaikum wr.wb

  17. UMAR MUCHTAR said,

    Maret 21, 2009 pada 10:44 am

    Sudah Jelas Mana Yang Salah Ga Usah Lagi Diperdebatkan, Tohh.. mereka Yang Mendustai jg Akan Menerima Azab Tuhan Pada Di Hari Akhirat Yang Kekal

  18. UMAR MUCHTAR said,

    Maret 21, 2009 pada 10:48 am

    Sekedar Tambahan, “Makin Didebatkan Makin Mereka Membuat Alasan-Alasan Yang Tidak Rasional ataupun Masuk Akal, Tetap Dengan Pendirian Mereka Karena Tidak Mau Muka Mereka Tercoreng Apa Yang Imani Selama Hidupnya Itu Salah Besar” PEACE

  19. ALI said,

    Maret 21, 2009 pada 10:53 am

    Semoga ALLAH S.W.T memberikan HidayahNya kepada kita semua.. AMIN Ya Rabbal Alamin…

  20. UMAR MUCHTAR said,

    Maret 21, 2009 pada 10:54 am

    Sekedar Tambahan, “Makin Didebatkan Makin Mereka Membuat Alasan-Alasan Yang Tidak Rasional ataupun Masuk Akal, Tetap Dengan Pendirian Mereka Karena Tidak Mau Muka Mereka Tercoreng Apa Yang Mereka Imani Selama Hidupnya Itu Salah Besar” PEACE

  21. ALI said,

    Maret 21, 2009 pada 11:03 am

    Semoga ALLAH memberikan HidayahNya Ke Kita Semua Khususnya Kepada Orang2 Kristen agar tahu mana yang harus disembah.. “ALLAH telah memberikan udara bwt kita bernafas jd kita harus berterimakasih KepadaNya dengan cara Menyembah atau Bersujud KepadaNya”

  22. ALI said,

    Maret 21, 2009 pada 11:07 am

    “JADI MANUSIA HARUS TAU BERTERIMAKASIH”

  23. rianjani said,

    April 15, 2009 pada 3:25 am

    @tmn2 kristian

    dari itulah allah memberikan manusia itu akal yg tdk d miliki oleh makhluk selain manusia:)
    maka dr itu kt d suruh untuk menggunakan akal tersebut bkn mendiamkan.
    ada dua jalan A dan B..dan kebenaran itu hanya satu sj,tdk mugnkin dua2nya benar bkn?
    dan dgn diskusi seperti ini,saya rasa baik sekali utk kt berfikir…(bkn menelan mentah2 doktrin)hanya lantaran ahhh saya yakin agama yg saya anut dr kecil sdh benar,,, lalu kita(menutup mata).nah dr sinilah akal kita bisa gunakan..
    dan dr mana kita tahu klo suatu yg kita anut dr kecil itu adalah kebenaran? apakarna kt udah terbiasa apa bagaimana? nah lagi2 akal kan yg berperan penting:)

    diskusi seperti ini bagus utk menambah pengetahuan kt,dan supaya kt berfikir.karna bagaimanapun..tdk ada paksaan dlm memeluk agama islam karna sesungguhnya jln yg lurus itu nyata bedanya dgn jalan yg bathil..)
    tugas kita hanya menyampaikan saja gt tmn2 kristen:)
    so santai aja tmn2 ya:)

  24. Dhani wisnu said,

    April 23, 2010 pada 7:22 pm

    terima kasih atas tulisan yang begitu bagus untuk dibaca…saya suka bacanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: